facebook twitter google
english indonesian

Harmony oleh Yogi

utarakan-jakarta-Harmony-01(1)Yogi Kusuma adalah seorang fotografer, Digital Imaging Artist dan guru. Untuk Utarakan Jakarta, Yogi ingin bercerita tentang observasinya tentang sampah dan tanah di musim hujan.

“Proses melihat objek keseharian yang berwarna-warni dan berbau menyengat yang tak jarang di jumpai di tiap sudut sisa. Melihat lebih dekat untuk kemudian menandai mana yang dimusuhi oleh tempat kaki saya berpijak. Meluangkan waktu untuk memilah berdasarkan sifat dan kategori dari objek yang tak mau berdamai dengan proses yang alamiah.

Bukan pengetahuan baru jika kita mau meluangkan sedikit waktu dan memberi energi positif dalam rangka merawat tanah tempat kita hidup ini, bahwa kemudian kita akan mendapatkan harmoni yang buat kita pada akhirnya mensyukuri musim penghujan.”
utarakan-jakarta-Harmony-03
Foto oleh Yogi Kusuma.


Bahayanya naik motor di Jakarta

YOU - FitriSaya Fitri seorang admin media sosial dan juga fotografer.

Saya mengendarai motor sejak 4 tahun yang lalu. Saya ingin mewakili membagi cerita ratusan pengendara motor lainnya yang setiap hari berkendara di atas jalan raya Ibu Kota yang banyak berlubang akibat dari program pembangunan besar-besaran atas nama Transportasi masa depan bebas dari jalanan padat, alias macet. Saya ingin menceritakan bagaimana kami para pengendara motor sering kali bertemu dan bersapa dengan celaka setiap kali putaran roda motor kami melewati jalan-jalan raya yang berlubang tersebut. Bagaimana kami harus selalu jeli melihat keadaan jalanan baik pada saat terik maupun hujan, karena jika tidak berhati-hati, apalagi pada saat hujan membanjiri Jakarta, jalan-jalan yang berlubang tersebut sudah pasti tidak akan terlihat karena tertutup oleh genangan air hujan.

Saya sempat merasakan bagaimana rasanya hentakan motor yang begitu keras, ketika roda motor yang saya kendarai masuk kedalam lubang jalan raya yang tertutup oleh genangan air hujan. Kalau saja pada saat itu saya tidak bisa kontrol rem, mungkin saat itu saya akan terjatuh. Kisah lainnya dari pengendara motor perkara lubang jalan raya adalah ketika pada saat 2 teman saya terjatuh di daerah senayan menuju hanglekir, akibat adanya lubang jalan yang terurtup oleh genangan air hujan namun tak terlihat jelas olehnya.
YOU - Fitri


Kamu Tidak Tahu Apa yang Telah Kamu Perbuat

1_copySalima Hakim menjajaki kancah seni visual kontemporer: berpartisipasi dalam berbagai pameran, mengajar. Dan menyayangi binatang.
Lahir di Selatan Jakarta, pengalaman banjir yang dialaminya berbeda dengan warga Jakarta lain. Hingga saat ini, Salima tidak merasa kalau ia adalah bagian dari penyebab banjir itu sendiri.

Ia sadar bahwa kebiasaan makan snack-nya berkontribusi pada penumpukan sampah yang menggunung. Menyumbat sungai-sungai: banjir. Eksperimennya: mendokumentasikan jumlah dari sampah non-organik yang ia (dan suaminya) hasilkan dalam 5 hari. Ia kemudian kaget dengan perolehan hasilnya. Ternyata pembungkus makanan mereka itu juga sebuah masalah. Hal itu membuat mereka berpikir kembali tentang kebiasaan makan dan menikmati snack. Terlihat familiar?3_copy


Luar Ruang Sama Serunya dengan Dalam Ruang

gbr1Sophia Rengganis adalah seorang konsultan pajak yang juga menyukai seni dan fotografi.

Saya suka pergi ke mall, sama seperti banyak orang Jakarta lainnya. Tapi saya juga suka berada di ruang terbuka apalagi di akhir pekan untuk olahraga atau piknik bersama teman-teman.

Makanya saya pengennya mall dan ruang terbuka di Jakarta nggak cuma bisa sama ramainya, juga sama banyak jumlahnya. Dan semakin banyak ruang terbuka hijau artinya akan lebih banyak juga ruang penyerapan air yang sekarang semakin sedikit di Jakarta. Itulah sebabnya Jakarta jadi rentan banjir.

Jadi, akhir pekan nanti coba deh jalan-jalan juga ke taman atau ruang publik lainnya. Bisa seru juga lho!gbr2