facebook twitter google
english indonesian

Tempat berlindung saat banjir

IMG_1123Daerah saya banjir lagi. Saya mesti pindah ke Rumah Susun dimana adik saya tinggal setelah dia digusur dari rumahnya. Rumahnya dulu dekat dengan rumah saya. Saya tidak nyaman dengan cara penyewaan Rumah Susun. Saya bahkan nggak bisa membayangkan tinggal di tiga sampai empat lantai diatas tanah. Bagaimana mereka kenal sama tetangganya? Apakah kita tetap peduli satu sama lain biarpun kita bukan keluarga? Kalau sampai saya digusur, saya berharap pemerintah tetap mau memberi kita kompensasi dan bantuan lainnya. Jadi bukan cuma menyuruh kita pindah begitu saja.IMG_5238


Membuat toilet umum

IMG_3948Tetangga kami ikut menggunakan toilet kami karena mereka tidak punya. Mereka membayar seribu rupiah untuk sekali pakai. Lima keluarga sekaligus yang menggunakan toilet ini. Waktu penggusuran yang terakhir kali dulu mereka juga merubuhkan toilet umum disini. Kami kemudian patungan untuk membuat toilet umum lagi. Fondasinya yang lama toh masih ada. Inilah yang membuat saya senang dengan daerah ini. Orang-orangnya peduli dan saling bantu bahkan saat keadaan kita lagi jatuh-jatuhnya, kita selalu siap bantu dan menolong sesama. Karena kita semua disini tidak hanya punya hati tapi juga semangat besar.


Ayam aduan jagoan

IMG_3639A_1Ada yang suka adu ayam? Banyak yang suka karena sekaligus buat taruhan. Nah, sekarang bagaimana jamu buatan saya bisa membantu ayam aduan menang? Tentu bisa, tapi itu rahasia. Yang jelas ayam jantan aduan itu mesti diperlakukan seperti raja. Dimandikan setiap hari, dan kandangnya juga dibuat setengah meter diatas tanah supaya tidak tenggelam kalau datang banjir. Saya punya pelanggan yang ayam jagonya harganya sampai 20 juta! Setiap kali mau tanding dia pasti beli jamu saya dulu. Oh saya tidak ikut taruhan, nggak bakat menang. Hahaha!


Anak-anak semua jatuh sakit

IMG_5284Bulan lalu ada 80 anak yang dibawa ke Puskesmas. Tapi kalau di musim hujan seperti ini ada 120 anak yang sakit akibat banjir. Mereka main di air yang sudah kena polusi, mereka berenang di air yang kotor penuh sampah, ‘sisa’ dari toilet umum sampai makanan basi yang mengambang di air. Mereka terjangkit pilek, penyakit kulit dan diare. Air minum yang bersih kan penting untuk ibu-ibu menyusui dan ibu hamil. Saya menjadi relawan di Posyandu. Tapi saya sendiri juga tahu kalau ada racikan jamu yang tidak hanya membuat tubuh kuat tapi juga membantu melawan penyakit.IMG_3789A


Kaki saya di dalam air


Hari ini daerah tempat tinggal kita kebanjiran dan di beberapa lokasi airnya bahkan sampai sepinggang. Airnya sudah masuk rumah dan nggak mungkin buat kita untuk memasak, membuat jamu dan pergi jualan. Saya terus menerus menelepon saudara perempuan saya untuk menanyakan kondisinya juga jalanan mana saja yang ditutup. Kalau pas banjir, semua harga bahan makanan naik. Semuanya jadi mahal. Termasuk harga air minum. Sayangnya saya tidak punya banyak uang untuk selalu bisa membeli air bersih yang saya butuhkan.IMG_5344


Selamat datang ke dapur saya!

Saya diajari bagaimana membuat jamu oleh sepupu saya (Mbak ponakan). Bapak saya tidak mau menjual tanahnya untuk membiayai sekolah saya, jadi saya hanya lulus SD. Tapi setidaknya saya juga lulusan dari kursus jahit. Saya pergi dari Solo, tempat kelahiran saya, untuk kerja di Jakarta jadi penjahit di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Capek ngelamar kerja kemana-mana, saya belajar membuat jamu dan akhirnya malah jadi penjual jamu seperti banyak perempuan lainnya di keluarga saya. Setiap pagi saya bangun jam 3.30 untuk bikin jamu. Dan sudah pasti saya sendiri juga minum supaya sehat dan awet muda.IMG_3009


Semangat sama sampah

IMG_223601_11Salah satu kegiatan yang saya suka ikutan itu yang berhubungan sama sampah. Saya memang masih suka buang sampah di belakang rumah seperti banyak tetangga saya lakukan, tapi bukan berarti saya setuju sama kebiasaan itu. Saya nggak suka kotor dan berantakan. Sampah bukan cuman bikin kotor tapi juga bikin banjir. Sudah lama saya berharap pemerintah memberi kita fasilitas semacam tempat pengumpulan sampah di lingkungan ini. Saya yakin orang tidak akan keberatan bayar 10 ribu rupiah untuk jasa pengumpulan sampahnya. Saya sih udah pasti tidak keberatan sama sekali.

Disini Anda lihat saya sedang bertemu dengan Pak Jamal yang membeli kantong plastic yang kita kumpulkan untuk kemudian didaur ulang olehnya. Dulu, adik perempuan saya yang paling kecil bisa keliling seharian mengumpulkan sampah kantong plastik ini sampai dia bisa beli susu buat anaknya.


Penggusuran

i07IMG_9395_aSaya ingin mengajak Anda berjalan-jalan di sekitar rumah kami di Muara Baru, lokasinya 10 meter jauhnya dari pembuangan Waduk Pluit. Saya beli tanah ini dulu tujuh juta rupiah, sayangnya tanpa surat. Terus kami bangun rumah ini sedikit demi sedikit sampai kami bisa menyewakan 5 kamar diatas dan membuat toilet buat yang nyewa kamar. Waktu dulu kami pertama kali membeli rumah ini tidak banyak rumah di sekitar sini. Dan dulu juga rumah-rumahnya lebih bagus dari sekarang.
Orang-orang sekitar sini patungan buat membuat jalan yang bagus untuk lingkungan sini. Itulah gimana lingkungan sekitar sini terbentuk awalnya. Tapi kemarin, dua jalur rumah yang ada di belakang rumah kami digusur-yang paling deket dengan waduk rumahnya sudah dihancurkan dan penghuninya disuruh pindah. Kami dengar kalau kami juga akan mengalami hal yang sama.IMG_3952_a


Hidup yang lebih baik dari orang tuanya

i04Saya baru saja pulang dari berjualan jamu di pangkalan truk seperti biasanya. Hampir jam dua belas malam dan saya capek sekali. Suami saya sudah tidur tapi untungnya saya masih sempat bertemu dengan anak saya yang tertua, Rama. Dia sedang mengisi tanki air dengan jet pump dan memastikan bahwa tidak ada air yang tumpah-tumpah supaya tetangga kami punya cukup air untuk besok. Saya berdoa semoga kehidupan anak-anak saya lebih baik dari saya. Sehingga mereka tidak mesti berjualan jamu sampai tengah malam seperti saya. Saya akan berusaha keras supaya kita semua mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Kita semua termasuk tetangga-tetangga saya lho! Tapi sekarang saya mau tidur dulu.IMG_3459


Supaya aman saja

IMG_3110Ini daerah Tongkol namanya, tempat saya jualan jamu naik motor kalau malam. Biasanya mulai dari jam 8 sampai rumah lagi nanti jam 11. Sepertinya daerahnya rawan tapi Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah ada kejadian apa-apa dari umur saya 15 tahun sampai sekarang sudah punya anak tiga. Dulu waktu saya belum nikah, saya bilang aja sudah punya suami. Supaya aman saja.IMG_3291i03A


Keluarga Ibu Sarmini

i01Nama saya Hendri. Saya memiliki 3 anak dari istri saya, Sarmini. Sekarang ia sedang mengandung anak keempat. Anak tertua kami, Dandi, kelas 2 SMA dan dia tinggal di Solo bersama pamannya. Jadi dia tidak ada di foto ini. Saya bekerja di Perusahaan Ikan sebagai mekanik. Di masa lalu saya bekerja menjadi ojek motor, tukang parkir dan satpam.
Sekarang saya kerja berdasarkan giliran. Ini bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan, maka dari itu saya harus menjaga kesehatan dan menjaga makanan karena saya mengidap diabetes. Saya memiliki masalah dengan paru-paru yang mengakibatkan saya berhenti merokok. Tapi keadaan saya makin membaik dan saya bahagia bisa terus bekerja karena itu membuat saya tetap beraktivitas dan sehat.
Istri saya, Sarmini, kerapkali memasak makanan sehat dengan banyak sayuran untuk saya. Oiya, saya punya banyak hobi; mengoleksi koin, kliping koran dan mengambil foto dari kamera analog. Menarik bukan hobi saya?
Saya sangat beruntung memiliki istri yang dapat membuat jamu dan membuat saya selalu sehat. Karena saya ingin bertambah tua dan melihat anak-anak saya tumbuh besar, berkembang. IMG_357401_1


Air itu Sangat Mahal

sarmni_first_image_prog_1500Permisi sebentar ya, selagi saya mencuci. Mencuci itu urusan rumah tangga yang rumit. Kadang saya tidak habis pikir, bagaimana bisa dalam satu kali mencuci, ada beberapa jenis air yang saya gunakan.
Urutan pertamanya, saya merendam dengan air yang dibeli dari gerobak dorong senilai 10.000 rupiah per harinya. Lalu saya bilas dengan air tanah dari pompa. Untuk bilasan ketiga dan keempat saya harus beli air lagi. Kenapa? karena air tanah tidak selalu jernih. Saya bahkan tidak menggunakannya untuk mandi karena membuat tubuh saya menjadi lengket. Dan pakaian saya bila dicuci dengan air tanah bisa berubah menjadi warna kuning. Air tanah biasanya jernihnya hanya ketika habis hujan.
Sebetulnya, saya rasa air hujan lebih bersih di beberapa waktu. Saya akan sangat senang sekali bila memiliki akses air bersih lagi. Saya telah membayar 4 juta rupiah untuk mendapatkan akses air bersih tapi hanya dapat digunakan selama satu tahun saja. Lalu saya membayar lagi 500 ribu rupiah dan bekerja hanya sementara waktu lalu mati lagi. Apakah anda melihat saya telah tertipu?sarmini_kitchen