facebook twitter google
english indonesian

Tanggul Kuat, Tetap Aman!

SarminiB02HR4307Siapa Basuki Rakhmat
Posisi Kepala Seksi Pengendalian
Organisasi BPBD Provinsi DKI Jakarta

Ide membuat Exit Buildings untuk Pluit nampaknya sesuai untuk wilayah tersebut, apa Anda masih ingat posting saya minggu lalu? Namun, Pluit bukan satu-satunya daerah di Jakarta Utara yang menghadapi masalah tingkat permukaan air laut, Pantai Mutiara juga sedang mengalami kekhawatiran.

BPBD sempat mendatangi kawasan Pantai Mutiara di awal bulan Juni ini ketika salah satu tanggulnya di sana jebol. Jebolnya tanggul berdampak pada 4 blok yang terdiri dari 124 rumah atau sekitar 50% dari wilayahnya kebanjiran. Konstruksi tanggul tersebut tidak terlalu kuat. Beberapa tahun silam tanggulnya dibangun cukup tinggi, tapi pada saat yang sama air laut juga semakin naik. Apa yang terjadi kurang dari sebulan lalu adalah karena tanggul tidak bisa menahan air lagi dan akhirnya retak!

Air sebetulnya memiliki kekuatan untuk mendorong sekitarnya, bahkan apabila terdapat sedikit saja retakan akan jadi potensi rembesan air. Apa yang terjadi di Pantai Mutiara telah mengingatkan kita bahwa desain tanggul yang baik tidak menjamin kekuatannya jika tidak dilakukan pemeliharaan yang juga baik. Pasang kerap terjadi di laut yang berdekatan dengan Pantai Mutiara, jadi tanggulnya pun harus benar-benar diperhatikan. Pemeliharaan itu penting!

Tentunya kita tidak berdoa agar Jakarta tenggelam, maka beritahu teman-teman Anda yang tinggal di Pantai Mutiara agar mereka memerhatikan hal ini. Tetap aman!


Ramalan cuaca: hujan lebat

Rain in June? It could be not just in Sapardi’s poetry!Siapa Hary Tirto Djatmiko
Organisasi BMKG (Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika)
Posisi Kabag Hubungan Masyarakat
Sorotan Pengajar di STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi & Geofisika); pembicara untuk pengurangan resiko bencana

Sudah pernah mendengarkan ramalan cuaca? Anda tidak tahu sumber yang terpercaya? Jangan khawatir, BMKG sudah membuka layanan informasi cuaca 24-jam untuk Anda. Hubungi kami! Jika Anda ingin tahu ramalan terbaru.
Anda bisa menghubungi (021) 6546315/18. Atau Anda bisa mengunjungi laman kami di http://web.meteo.bmkg.go.id atau mudahnya Anda bisa follow Twitter @infobmkg.
Anda sebaiknya mawas terhadap potensi hujan lebat di seluruh Indonesia, termasuk yang terjadi hingga 20 Juni 2016. Kondisi atmosfir menjadi tidak stabil, kami juga melihat adanya bencana yang potensial seperti banjir rob, tanah longsor atau pohon tumbang di jalan saat terjadi hujan deras.
Jika Anda tetap update dan dekat dengan BMKG, Anda akan selalu tahu informasi mendesak seperti itu dengan cepat. Follow kami dan tetap aman!


Exit Building, aman dari banjir

Siapa Basuki Rakhmat
Posisi Kepala Seksi Pengendalian
Organisasi BPBD Provinsi DKI Jakarta

Familiar dengan Pluit, Jakarta Utara? Mungkin Anda sangat mengenali berbagai mall yang ada di sana. Tapi pernahkah merasakan banjir di wilayah tersebut?

Warga Pluit telah merasakan banjir yang mengerikan. Kenyataan bahwa jalan akses yang terbatas, membuat wilayah tersebut menjadi salah satu yang tersulit untuk dijangkau saat bencana. Dan untuk menyelamatkan diri dari daerah itu pun juga sama sulitnya. Evakuasi standar kami untuk Pluit yakni menggunakan perahu karet dalam menyelamatkan warga yang terjebak di dalam rumah mereka.

Namun, kami sebetulnya mempunya ide yang lebih baik – khususnya untuk Pluit: Exit Buildings. Sebuah bangunan yang tidak terlalu tinggi. Di bagian bawahnya tidak ada apa-apa, tapi memiliki beberapa lantai ke atasnya. Bangunan yang bisa menjadi tempat evakuasi sementara; tempat berlindung sementara yang nyaman. Bangunan tersebut sebaiknya terletak ditengah rumah-rumah warga. Bukan hanya membuat satu bangunan, namun bisa lebih jika diperlukan. Warga Pluit dapat lari ke sana dan berdiam hingga air surut. Atau jika bencana berlangsung lebih lama, setidaknya, mereka akan berada di tempat yang lebih aman dan tinggi dibanding rumah mereka, sembari menunggu tim penyelamat kami untuk datang. Nah, kenapa tidak membuat Exit Building? Yuk mulai berpikir untuk membangunnya!


Merasa terbiasa adalah pertanda buruk

Merasa terbiasa adalah pertanda burukSiapa Rosdiana Setyaningrum, Mpsi, MHPEd
Profesi Psikolog klinis
Aktif di Diana&Associate, Heartsprings Therapy Center, Dzone Therapy Center
Pendidikan S2 Psikologi – Universitas Indonesia, School of Medical Education – University of New South Wales, Sydney

Trauma adalah kejadian yang tidak biasa, pikiran kita bisa kaget karenanya. Beberapa tahun lalu, warga Jakarta merasa panik saat menghadapi banjir. Peristiwa traumatis yang akhirnya membuat banyak orang memutuskan pindah ke wilayah yang lebih aman. Namun, seiring dengan banjir yang terus-menerus terjadi, orang Jakarta jadi terbiasa, tidak panik lagi. Sama seperti macetnya lalu lintas setiap hari, sekarang ini banjir seakan dianggap bagian dari kehidupan mereka.

Dalam psikologi, terdapat pemahaman bahwa manusia memiliki kemampuan untuk coping. Di Jakarta: orang-orang tidak lagi peduli dengan macet atau banjir, mereka terlalu sering mengalaminya. Tetapi, ini merupakan pertanda buruk. Dengan mereka mengabaikan seperti itu, maka akan berdampak ke generasi mendatang. Yang terbiasa dengan banjir atau macet adalah tanda bahwa mereka tidak berpikir jangka panjang. Contohnya: orang tahu kalau tinggal di bantaran sungai itu tidak sehat, karena mereka jadi sangat dekat dengan banyak penyakit. Mereka akan selalu berpikir saya sudah terbiasa di sini. Bahkan seringkali tidak sadar kalau bayi mereka hidup di sekitar virus.

Jadi, apakah Anda benar-benar ingin merasa baik-baik saja saat banjir dan macet? Saya berharap kita belum mau menyerah begitu saja.


Aplikasi banjir, mengumpulkan uang untuk korbannya

IMG_1644 copySiapa Fauzan Helmi Sudaryanto
Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Indonesia
Sorotan Co-Founder, TemanJalan

Aplikasi Siaga Banjir diunduh oleh lebih dari 30,000 pengguna pada tahun 2014 hingga 2015. Nyaman bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi: layanan notifikasi banjir, berdasarkan lokasi. Daftar saja, masukan nama lokasi dan Anda akan mendapatkan update setiap 1/3/6 atau 12 jam. Jika terjadi banjir dalam jarak 2,5 km dari lokasi pilihan yang ingin dipantau, maka akan ada notifikasi.
Layanan tersebut menjadi fitur premium sebagai upaya untuk mengumpulkan dana bagi para korban banjir. 70% dari jumlah keseluruhan yang diperoleh dari fitur itu didonasikan ke Dompet Dhuafa. Para pengguna dapat mengirimkan pembayaran 1 kali senilai Rp.50.000,- untuk memantau 1 lokasi. Mengejutkannya dalam sekejap, kami mendapatkan jumlah uang terkumpul sebesar Rp.4,261,477 dan kami telah menyumbangkannya ke Dompet Dhuafa.
Memonitor sekaligus berdonasi untuk korban banjir, betapa melegakan!
IMG_4760 copy


Kekuatan Twitter tentang Sekarang

twitter utarakan jakartaSiapa Agung Yudha
Perusahaan Twitter
Posisi Public Policy Manager @TwitterID

Masih ingat fungsi Twitter yang seperti gurita? Karena media sosial itu sifatnya tersebar luas, tentunya membantu orang untuk mendapatkan informasi lebih cepat. Seperti Twitter, dimana sebagai platform ia bersifat Live, Public, Conversational dan Distributed. Karakter tersebut yang memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi secara langsung pada saat kejadian dan di tempatnya ketika sesuatu terjadi. Dan biar saya beritahu tentang apa itu Live dan Public.

Live – artinya setiap kali orang posting sebuah tweet, teman-teman dan pengikut mereka atau orang lain dapat melihat tweet-nya secara real time. Inilah mengapa Twitter disebut platform yang memiliki “the power of now” atau “kekuatan tentang sekarang”. Anda bisa melihat atau mencari segala sesuatu yang terjadi hanya dengan membuka Twitter. Contohnya: update tentang banjir Jakarta.

Public – artinya setiap orang dapat melihat berbagai tweet atau informasi yang tersebar luas di Twitter, meskipun orang tersebut tidak memiliki akun Twitter.

Mengakses Twitter itu mudah, maka jangan sampai terjebak banjir hanya karena Anda tidak tahu!


Hujan deras dan 4G


Siapa Yohanes Tutuko Wibowo
Profesi Eksekutif IT Korporat, PT Satya Langgeng Sentosa
Pengalaman Menangani sistem IT untuk industri penerbangan di Asia

Kita hidup di dunia teknologi. Namun, Anda tidak bisa mendapatkan informasi dengan cepat tanpa campur tangan IT. Seperti saat hujan deras dan terjadinya banjir, kita masih dapat menggunakan internet. Mengapa?

Terdapat dua konsep infrastruktur jaringan: kabel dan nirkabel. Ketika hujan turun, sistem kabel tidak terpengaruh karena optiknya dilindungi oleh kabel itu sendiri. Kabel fiber optic yang tahan air itu seperti yang ada di bawah laut.

Sistem nirkabel tersebar melalui gelombang sinyal. Sama seperti debu. Semakin deras hujannya, semakin besar sinyal yang jatuh ke tanah dan menjadi netral. Sinyal 4G bahkan lebih kuat disaat hujan. Sudah tahukah Anda tentang ini? Nah lain waktu saya akan menceritakan bagaimana IT bisa membantu kita semua ketika banjir.