facebook twitter google
english indonesian

Masa depan putra saya

IMG_9185Hujannya besar sekali kemarin. Banyak sekali air yang masuk ke dalam perahu saya sampai tenggelam. Saya akan menyelam bersama menantu saya untuk mengambil jala dan peralatan lain yang ada di dalamnya karena saya masih bisa menggunakannya.

Kakek saya seorang nelayan. Dia mengajari saya bagaimana untuk membuat jala dan menangkap ikan. Saya sangat mencintai laut. Tapi apakah saya ingin anak saya juga menjadi nelayan? Tidak, karena masa depannya tidak pasti dan pekerjaannya berat serta beresiko tinggi. Saya ingin dia jadi mahasiswa yang baik dan dapat pekerjaan yang baik pula. Kalau saya bisa mulai dari awal lagi, saya mau jadi tentara.


Polusi bikin sambel nggak enak, termasuk rejeki saya

IMG_6011Saya cek jala dua kali sehari. Jaraknya setengah jam berperahu dari yang satu ke yang satunya. Rata-rata sehari ada 1 atau 2 ikan yang berhasil saya tangkap. Kadang jalanya robek karena ada plastik nyangkut. Anak perempuan saya Serli suka ikut melaut karena dia suka sekali melihat langit luas yang cantik dan juga betapa senyap dan damainya keadaan di tengah laut. Siapa yang makan pakai sambal terasi? Tak ada yang mengalahkan enaknya sepiring nasi panas dengan sambal terasi. Setuju kan? Nah, salah satu yang bikin sambal terasi enak sekali adalah udang rebon. Untuk nelayan seperti saya, udang rebon itu tidak cuma enak rasanya, tapi harganya juga. Setiap kali musim panen rebon bisa sampai satu rupiah dalam sehari.
Dulu kita bisa panen rebon sampai 4 bulan dalam setahun. Sekarang paling cuma setengah bulan saja. Setengah bulan! Bayangkan! Dan itu artinya juga makin jarang Anda makan sambal terasi.


Merpati di atap kami


Anak saya suka sekali burung merpati. Kalau sudah main, bisa berjam-jam lamanya. Tentu saja kami tidak makan burung merpati, karena makanan kesukaan kami kan ikan. Haha! Sangkar burung merpatinya saya letakkan di atap rumah kami. Rasanya beberapa tahun lagi atap itu akan menjadi ruang tamu kami karena ruang tamu kami yang sekarang sebentar lagi tenggelam. Setiap tahun kami harus meninggikan lantai rumah sedikit demi sedikit supaya kaki kami tidak terbenam.IMG_9380


Bungkus makanan yang berisi berita tentang proyek besar

Lukman-JakartaIsSinking#1
Suatu hari secara nggak sengaja saya membaca secarik kertas koran yang digunakan untuk bungkus makanan. Saya penasaran dan terus membaca. Disitu ditulis tentang rencana pembuatan benteng laut raksasa. Lengkap dengan pulau-pulau di sekitarnya. Kalau tidak salah namanya Benteng Laut Jakarta. Bentuknya seperti burung Garuda. Untuk melindungi kita dari air laut. Banyak orang disini yang belum tahu tentang ini. Padahal itu akan dibangun hanya beberapa ratus meter dari tempat mereka tinggal sekarang. Ada foto proyeknya juga disitu. Tapi sekarang kalau benteng laut itu sungguhan akan dibangun apa yang akan terjadi sama kampung saya ini?  Ada yang tahu?paklukmanmuurpanorama_1


Jakarta tenggelam

IMG_8985
Ancaman naiknya air laut sudah lama terjadi. Jakarta tenggelam karena setiap tahunnya air bisa naik hingga 25 cm. Benteng laut yang sudah dibangun 40 tahun lalu seperti semakin pendek setiap hari, sementara airnya semakin tinggi. Kalau suatu hari airnya melewati dinding benteng laut atau dindingnya jebol, banyak sekali orang akan tenggelam. Air sungai meluap saat hujan deras. Tapi kemudian akan surut. Tapi air laut kan tidak akan habis dan kita semua akan berada di bawah air kalau itu sungguhan terjadi. Biarpun begitu saya dan keluarga saya akan tetap aman karena rumah kita diatas permukaan air jadi rumah kita tidak akan kebanjiran.


Kualitas air laut

IMG_6314
Setiap pagi para nelayan di komunitas ini berkumpul dan melihat kualitas air laut disini. Untuk menentukkan apakah kita akan berangkat melaut setelah melihat udara dan situasi laut itu sendiri. Kadang kita berlayar jauh keluar dari teluk untuk memancing. Atau kita saling berdekatan dan memutuskan untuk menggunakan jala dan pancing kecil. Kualitas air laut sekarang bisa jadi buruk sekali jadi kita mesti berlayar jauh sekali. Atau laut sedang tidak menentu keadaannya jadi kita lebih baik di rumah saja.

Saya menggunakan navigasi digital untuk menemukan area memancing yang paling menjajikan. Area dangkal di sekitar kapal karam biasanya banyak ikannya. Saya berbagi pengetahuan tentang area memancing ini kepada nelayan lainnya di komunitas kami. Dekat kepulauan Seribu juga selalu banyak ikannya. Tapi itu jauh sekali dan artinya saya mesti berlayar sehari semalam. Bisa jadi sangat berbahaya juga karena ombaknya yang tinggi di daerah situ sementara perahu saya tidak cukup besar ukurannya.
IMG_6032


Kehidupan baru saat banjir

IMG_9351
Ini adalah anak perempuan dari keponakan saya yang tinggal di sekitar sini tepat di sebelah Pompa Pluit, cerita Pak Lukman, sang nelayan. Keponakan saya cerita kalau bayinya lahir dua hari lebih awal saja, dia mesti ke rumah sakit naik boat karena banjir. Karena terjadi pemadaman dan pompanya tidak berfungsi lagi, air dari Waduk Pluit membanjiri rumah dan seluruh daerah sini. Keponakan saya termasuk beruntung. Karena tetangganya ada yang dievakuasi dengan boat ke rumah sakit. Dia melahirkan bayinya tepat sehari setelah air surut. Cantik ya anaknya ini?


Ikan kecil

IMG_6818
Rumah kami tepat berada diatas air dengan ikan-ikan yang berenang di dalamnya. Saya juga tidak tahu bagaimana anak saya bisa mendapatkan ikan-ikan itu. Mungkin salah satu anak tetangga memberinya waktu dia sedang memancing menggunakan jala waktu saya pulang tadi pagi. Ikannya terlalu kecil untuk dimakan tapi jadinya dia bisa bermain-main dengan ikan-ikan itu.

Berapa banyak dari kalian yang sudah makan ikan namanya Ikan Lemah? Itu baru ikan yang banyak untungnya. Bentuknya bagus, rasanya enak dan laku sekali juga kalau dijual. Waktu air laut masih bening waktu dulu itu kita masih bisa melihat banyak Ikan Lemah berenang disana. Mereka kelihatan seperti kapur barus, atau mirip ikan bawal putih. Tapi sekarang sudah enggak pernah melihat lagi. Air laut sekarang sudah kotor sekali karena limbah yang dibuang disana dan saya tidak kaget kalau tidak ada satupun dari Anda yang pernah melihat Ikan Lemah lagi.


Menang Lotere

IMG_9273 Istri saya Riska rajin sekali ‘memancing’ sampah di sekitar rumah. Setelah dikumpulkan, lalu ditimbang dan dijual di dekat rumah bisa dapat seliter beras untuk makan. Mirip seperti memancing ikan. Riska bisa mengumpulkan sampai 300 kilo dalam seminggu kalau tidak sedang menemani saya melaut! Bayangkan!

Suatu hari dia sedang mulung plastik ketemu satu kresek yang isinya kertas warna hijau yang ukurannya sama semua. Kita nggak pernah lihat kertas seperti itu sebelumnya, sampai seorang tetangga kami memberitahu kalau itu lembaran uang dolar Amerika. Wah! Rasanya seperti menang lotere! Itu baru yang namanya tangkapan besar! Pancingan saya selama ini sih nggak ada apa-apanya dibandingkan itu.
IMG_627301


Harga ikan yang adil

IMG_839701 2
Kami memiliki sebuah ruang pendingin yang besar untuk menyimpan hasil tangkapan kami setiap hari. Hanya kalau perolehan ikan kami melebihi 5 kilogram biasanya pedagang akan datang dan menjualkannya untuk kami ke pasar ikan. Dalam komunitas nelayan disini, kita memiliki kesepakatan untuk harga ikan-ikan kami. Tentu saja ada jenis ikan yang lebih mahal dari yang lainnya. Dan ada saja penjual yang curang dengan alat timbangan atau harga yang mereka berikan. Untungnya pedagang yang sering membeli ikan saya adalah pedagang yang jujur dan saya tidak pernah menjual semua ikan hasil tangkapan saya karena saya dan keluarga saya juga suka makan ikan.
IMG_8449 2 IMG_843501 2


Siapa yang jadi pemenangnya?

1.IMG_2724 (1)
Kalau rumah kita sering kebanjiran, pasti artinya kita jadi sering renovasi kan? Rumah saya di Kampung Pojok tidak pernah kebanjiran, karena lokasinya diatas permukaan laut. Tapi lucunya, saya masih harus membuatnya lebih tinggi setiap tahun. Kenapa? Karena lantai satunya sekarang sudah terbenam. Jadilah lantai keduanya adalah lantai satu rumah saya. Saya dengar ada ahli yang bilang air laut sekarang sudah naik setiap tahunnya. Nah, kalau begitu setiap tahun saya mesti balapan sama air laut dong! Siapa coba yang menang?

Saya Riska. Saya aslinya dari Indramayu, tapi sudah tinggal di Jakarta Utara sejak umur saya 5 tahun. Saya pindah ke Kampung Pojok, ke rumah saya yang sekarang sejak menikah dengan Pak Lukman. Saya suka rumah saya yang sekarang karena saya bisa melihat laut setiap hari dan juga nggak pernah kebanjiran. Dinding laut yang di belakang rumah saya itu kayaknya makin pendek. Perasaan dulu tinggi banget. Jadi ini air lautnya yang naik terus apa tanahnya yang turun terus?
paklukmanfamilieLR (1)


Banyak Mengambil. Apa yang Telah Anda Beri?

1.p01Saya Pak Lukman, nelayan dari Kampung Pojok, Jakarta Utara. Sebelum terang saya menyiapkan jaring dan pergi ke laut.

Hal indah yang saya sukai adalah melihat matahari terbit dari kapal nelayan. Nyanyian yang saya nyanyikan tadi adalah lagu Koes Plus. Sangat cocok bagi nelayan seperti saya, namun keadaan laut sekarang ini tidak semenyenangkan yang ada di lagu tadi.

Sebagai seorang nelayan yang banyak menghabiskan hidup di alam. Laut adalah sumber alam yang sangat baik dan memberikan banyak manfaat kepada penduduk sekitarnya. Banyak sekali manfaat laut bagi saya.

Saya bisa mencari ikan segar di laut. Ikan yang saya tangkap sudah pasti segar. Lalu apa yang mesti kita lalukan sebagai timbal balik pada laut? Kita mesti berbuat baik juga pada laut. Jangan hanya mengambil keuntungan dan membuang sampah ke laut sebagai balasan