facebook twitter google
english indonesian

Kutipan hari ini


Siapa: Bpk. Bambang Surya Putra
Pekerjaan: Kepala Bidang Pengendalian dan Informatika
Organisasi: BPBD (Badan Pengendalian Bencana Daerah) DKI Jakarta
Lokasi: Jakarta

“Kalau kita biarkan Kota Tua akan menjadi Atlantis selanjutnya, atau Kota Di Bawah Laut.”

– Pak Bambang, Kepala Bidang Pengendalian dan Informatika BPBD-


Mitos Banjir

NGINHR07_IMG_5381Siapa: Bpk. Bambang Surya Putra
Pekerjaan: Kepala Bidang Pengendalian dan Informatika
Organisasi: BPBD (Badan Pengendalian Bencana Daerah) DKI Jakarta
Lokasi: Jakarta

Dua minggu lalu saya berbicara kepada Anda tentang moto BPBD “Ketangguhan Jakarta dalam menghadapi bencana” dan meningkatkan hujan. Nah minggu ini saya ingin melanjutkan mengenai hal itu: Saya tahu banyak warga Jakarta yang memercayai bahwa kota ini mengalami banjir 5 tahunan. Itu sebetulnya mitos. Banjir terjadi setiap tahun di Jakarta dan bahkan di tahun tertentu lebih besar. Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk menghentikan dan mengendalikan banjir. Kebanyakan berupa pendekatan struktural melalui pembangunan fisik; seperti peninggian tanggul dan membuat penampungan air agar bisa menjadi sumur serapan, agar membantu air hujan terserap ke dalam tanah. Maka bisa menjadi cadangan hujan di musim kemarau. Kami di BPBD telah menyediakan tim penyelamat, posko darurat bencana dan pompa air sebagai tolak ukur penanganan banjir. Namun, banjir terjadi kapan saja – terkadang tidak dapat dihindari – dan mencapai berbagai wilayah yang banjir tidaklah mudah seperti yang Anda bayangkan. Untuk itu sangat penting bagi warga Jakarta untuk bersiap dan mandiri. Mereka perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika air datang. Jakarta memiliki 638 RW yang merupakan area banjir. BPBD dapat membuat perencanaan kontingensi; rencana tersebut adalah untuk mengatasi keterbatasan akses sebelum tim penyelamat tiba di wilayah banjir.
Ketika terjadi banjir: selamatkan diri dan keluarga, ikuti jalur dan rambu. Terdapat jalur dan rambu evakuasi yang disediakan di wilayah Anda. Bersiaplah dan ketahui ke mana harus pergi, maka tidak akan ada lagi orang-orang yang terluka atau tenggelam. Sejauh ini kami telah merangkul 60 kelurahan dari 125 kelurahan yang terkena resiko banjir.
Kami telah cukup berhasil mencakup banyak wilayah, walaupun masih banyak yang harus dilakukan.
Kami mengajak Anda untuk menghubungi dan berbicara pada kami melalui @bpbdjakarta. Kami tidak dapat melakukannya tanpa kontribusi Anda.


Apakah KAMU Suka Sepatu Boot Saya?

Pak Bambang BPBD
Organisasi: BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Prov.DKI Jakarta
Didirikan: 1945 (dengan beberapa perubahan nama institusi)
Objektif: meningkatkan kemampuan warga Jakarta untuk penanganan menghadapi bencana
Hasil&target: memiliki orang-orang yang menjadi agen perubahan di setiap kelurahan di wilayah yang sering terkena banjir, untuk mengedukasi orang-orang tentang bagaimana menangani situasi banjir.

Siapakah sosok pria yang berdiri di tengah air?
Perkenalkan Bapak Bambang Surya Putra, saat musim banjir sepatu boot hujannya adalah bagian dari pakaian sehari-hari. Beliau adalah Kepala Bidang Pengendalian dan Informasi BPBD Prov.DKI Jakarta.“Sejarah Jakarta dan banjirnya begitu panjang, semua orang tahu itu. Apakah bertambah buruk? Ya salah satu penyebabnya adalah karena hujan. 10 tahun belakangan ini, durasi hujan lebih singkat tapi curah hujannya semakin tinggi. Contohnya, bulan Januari 2015, kami mengukur terjadinya curah hujan 350 mm per hari di Jakarta. Namun drainase kota Jakarta hanya mampu menampung 60 mm per hari secara rata-rata. Air tersebut memang harus mengalir ke suatu tempat kan? Dengan perbedaan sebesar itu, tidak heran kalau selama hujan lebat airnya tidak bisa lari kemana-mana, namun menjadi banjir ke jalan-jalan. Ini adalah resiko yang tidak bisa dihindari oleh warga Jakarta.“`Ketangguhan kota Jakarta dalam Menghadapi Bencana` adalah moto kami. Kita semua tentunya berkeinginan untuk mencegah bencana, tapi terkadang kita tidak bisa dan kita harus bertindak. Teknologi informasi itu penting untuk kami di BPBD. Sekiranya ada bencana yang terjadi, atau ada ancaman banjir kami menggunakan media sosial seperti akun Twitter kami @bpbdjakarta. Kami menginformasikan public dan pemangku kepentingan. Namun kami membutuhkan informasi mereka juga, kami mendorong warga Jakarta untuk memberitahu kami melalui @bpbdjakarta.”