facebook twitter google
english indonesian

Merasa terbiasa adalah pertanda buruk

Merasa terbiasa adalah pertanda burukSiapa Rosdiana Setyaningrum, Mpsi, MHPEd
Profesi Psikolog klinis
Aktif di Diana&Associate, Heartsprings Therapy Center, Dzone Therapy Center
Pendidikan S2 Psikologi – Universitas Indonesia, School of Medical Education – University of New South Wales, Sydney

Trauma adalah kejadian yang tidak biasa, pikiran kita bisa kaget karenanya. Beberapa tahun lalu, warga Jakarta merasa panik saat menghadapi banjir. Peristiwa traumatis yang akhirnya membuat banyak orang memutuskan pindah ke wilayah yang lebih aman. Namun, seiring dengan banjir yang terus-menerus terjadi, orang Jakarta jadi terbiasa, tidak panik lagi. Sama seperti macetnya lalu lintas setiap hari, sekarang ini banjir seakan dianggap bagian dari kehidupan mereka.

Dalam psikologi, terdapat pemahaman bahwa manusia memiliki kemampuan untuk coping. Di Jakarta: orang-orang tidak lagi peduli dengan macet atau banjir, mereka terlalu sering mengalaminya. Tetapi, ini merupakan pertanda buruk. Dengan mereka mengabaikan seperti itu, maka akan berdampak ke generasi mendatang. Yang terbiasa dengan banjir atau macet adalah tanda bahwa mereka tidak berpikir jangka panjang. Contohnya: orang tahu kalau tinggal di bantaran sungai itu tidak sehat, karena mereka jadi sangat dekat dengan banyak penyakit. Mereka akan selalu berpikir saya sudah terbiasa di sini. Bahkan seringkali tidak sadar kalau bayi mereka hidup di sekitar virus.

Jadi, apakah Anda benar-benar ingin merasa baik-baik saja saat banjir dan macet? Saya berharap kita belum mau menyerah begitu saja.


Aplikasi banjir, mengumpulkan uang untuk korbannya

IMG_1644 copySiapa Fauzan Helmi Sudaryanto
Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Indonesia
Sorotan Co-Founder, TemanJalan

Aplikasi Siaga Banjir diunduh oleh lebih dari 30,000 pengguna pada tahun 2014 hingga 2015. Nyaman bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi: layanan notifikasi banjir, berdasarkan lokasi. Daftar saja, masukan nama lokasi dan Anda akan mendapatkan update setiap 1/3/6 atau 12 jam. Jika terjadi banjir dalam jarak 2,5 km dari lokasi pilihan yang ingin dipantau, maka akan ada notifikasi.
Layanan tersebut menjadi fitur premium sebagai upaya untuk mengumpulkan dana bagi para korban banjir. 70% dari jumlah keseluruhan yang diperoleh dari fitur itu didonasikan ke Dompet Dhuafa. Para pengguna dapat mengirimkan pembayaran 1 kali senilai Rp.50.000,- untuk memantau 1 lokasi. Mengejutkannya dalam sekejap, kami mendapatkan jumlah uang terkumpul sebesar Rp.4,261,477 dan kami telah menyumbangkannya ke Dompet Dhuafa.
Memonitor sekaligus berdonasi untuk korban banjir, betapa melegakan!
IMG_4760 copy


Saya seorang dokter dan korban banjir

Saya seorang dokter dan korban banjirSiapa Dr. D. Mahdalena Bama S.
Pekerjaan Dokter umum
Pendidikan Lulusan Kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia
Sorotan Berpengalaman dalam penanggulangan bencana

Begitu terkesima saat melihat kebanyakan orang, yang rumahnya langganan terkena banjir, mempunyai daya tahan tubuh yang lebih kuat karena mereka sudah sering terpapar kondisi itu. Tidak heran jika mereka merasa baik-baik saja saat banjir datang lagi dan lagi. Tapi beda ceritanya bagi mereka yang baru pertama kali kebanjiran, mereka malah gampang sakit.

Banjir membawa banyak bakteri. Berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, tifus dan bahkan chikungunya menyambut Anda selama bencana tersebut. Namun jangan khawatir! Sederhana saja untuk bisa tetap sehat. Pertama, cuci tangan Anda dengan sabun antiseptik. Ini penting karena penyakit di situasi banjir bisa masuk ke dalam tubuh melalui apa yang Anda makan. Jadi, tangan Anda harus bersih. Kemudian, cobalah untuk mengkonsumsi suplemen agar tubuh Anda tetap prima.

Jika Anda tidak ada pilihan dan harus sementara tinggal di lokasi pengungsian, ada dua cara untuk tetap sehat: makan dan istirahat. Saya tahu kalau makanan dan fasilitas di pengungsian tidak selalu sesuai selera dan standar Anda, tapi itu bukan waktunya untuk pilih-pilih makanan. Makan dan istirahatlah! Itulah cara satu-satunya untuk menjaga imunitas tubuh Anda.

Saran saya kedengarannya sederhana tapi saya tahu itu mempan. Saya sendiri tumbuh di Jakarta Utara di mana rumah saya pernah kebanjiran. Saya seorang dokter dan juga korban banjir. Jadi saya nggak sekedar ngomong loh!Saya seorang dokter dan korban banjir


Saya Sudah Bertindak, Bagaimana dengan Kamu?

yu_sing_lim_recycle1Siapa Yu Sing Lim
Profesi Arsitek
Terasosiasi dengan Studio Akanoma
Sorotan Terkenal dengan ide pembangunan rumah ramah lingkungan dengan anggaran rendah

Kamu mungkin sadar bagaimana pengembangan bangunan besar-besaran mengakibatkan kurangnya lahan untuk penyerapan, hingga banjir terjadi. Jangan salah kaprah saat kamu tahu saya seorang arsitek yang merancang bangunan, ya memang betul, tapi saya juga tidak ingin banjir terjadi lagi. Maka itulah kenapa sejauh ini pekerjaan saya juga mencakup rancangan solusi untuk bangunan.

Bersama dengan rekan-rekan saya di Studio Akanoma, kami menciptakan cara untuk mengembalikan air di dalam rumah-rumah perkotaan seperti di Jakarta. Rumah tersebut membutuhkan atap rumput, di mana air hujan terkumpul dalam tampungan, disaring dan sebagian disaring ulang agar dapat diminum. Jika ada sedikit lahan di rumah itu, kita dapat memanen air hujan agar bisa dipakai untuk mengurangi penggunaan air tanah. Ingat bahwa menggunakan air tanah secara berlebihan tanpa melestarikan air itu sendiri merupakan salah satu penyebab menurunnya permukaan tanah.

Saya sangat suka membuat bangunan dan rumah, tapi saya juga harus merancang yang ramah lingkungan. Jadi, dengan kondisi Jakarta yang padat penduduk ini, saya akan selalu menyarankan untuk merancang bangunan dengan ruang hijau dan titik serapan yang maksimal.
Itulah tindakan saya, bagaimana dengan KAMU?
yu_sing_lim_recycle2


Dicari: Ahli berani beropini

Visual - Looking for expertSaat ini Jakarta Utara sudah diambang tenggelam dan hidup ribuan orang menjadi taruhannya, namun debat dan kritik masih terus terjadi. Dari mulai tentang reklamasi, penggusuran hingga pembangunan tanggul raksasa.
Semuanya bicara namun tak ada arahan yang jelas mesti berbuat apa.
Bagaimana dengan mereka yang tinggal diluar Jakarta Utara?
Apakah kita mesti menunggu sampai semua habis tersapu air?
Sebelum terlambat, kita mesti menemukan solusinya bersama-sama.
Utarakan Jakarta mengajak para ahli lingkungan, tata kota, sejarah, arsitek dan bidang lainnya yang berhubungan dengan kondisi diatas.
Bicara dan hubungi kami di utarakanjakarta@gmail.com hari ini juga.


Banjir, Harga Sebuah Beton

IMG_2463aSiapa Yu Sing Lim
Profesi Arsitek
Terasosiasi dengan Studio Akanoma
Sorotan Terkenal dengan ide pemb angunan rumah ramah lingkungan dengan anggaran rendah
Mungkin Anda tidak berpikir bahwa arsitek seperti saya terlibat ke dalam masalah banjir, namun nyatanya ya saya berhubungan dan bahkan terkait dengan banyak masalahnya!

Dalam pemahaman paling sederhana, semakin banyak bangunan yang dibuat, akan lebih banyak lahan dan tanah yang tertutupi; maka, air akan semakin sulit untuk masuk ke dalam tanah. Penyerapan makin sulit, sehingga terjadilah banjir. Pekerjaan saya adalah untuk membuat berbagai bangunan dan rumah, namun saya juga harus memikirkan bagaimana cara untuk membuatnya ramah lingkungan. Maka, dengan Jakarta yang populasinya padat, saya suka untuk memberikan saran kepada para klien untuk mendesain sebuah bangunan dengan area hijau dan tempat penyerapan yang maksimal.
Saya juga menyarankan mereka untuk mengelola limbah di lahan kita sendiri, bahkan kita bisa memanen air hujan untuk digunakan kembali agar dapat mengurangi penggunaan air tanah. Penggunaan air tanah dalam skala besar tanpa implementasi konservasi air yang memadai merupakan salah satu penyebab penyurutan tanah. Saya masih ingin menjadi arsitek, namun saya juga tidak ingin adanya banjir lagi. Jadi, saya berkontribusi dalam memberikan solusi bangunan. IMG_3331a