facebook twitter google
english indonesian

Jaman dulu

IMG_0901
Saya paling suka mendengarkan cerita nenek saya Halimah tentang jaman dulu. Dia cerita kalau jaman dulu ada taman ria bernama Otorita yang sekarang sudah jadi mal diatasnya.  Orang-orang datang ke Otorita untuk rekreasi. Banyak yang berpasangan dan keluarga dengan anak-anak mereka. Kita cuma bayar Rp 50,- per orang dan tidak seperti di mal, kita tidak harus beli atau makan apapun. Penyayi dangdut terkenal seperti Rhoma Irama dan Elvi Sukaesih sudah pernah manggung disana. Ada Taman Buaya namanya dimana orang bisa melihat buaya-buaya sedang diberi makan. Nenek saya asli orang sini makanya dia tahu semua ini. Apakah kamu pernah ke daerah saya ini? Rumah saya di sebelah Museum Maritim dan nenek saya di Muara Baru. Ada banyak sekali bangunan bersejarah disini dan saya tinggal di dalam salah satunya. Mimpi saya daerah sini bisa jadi secantik dulu lagi supaya anak saya bisa menikmatinya seperti jaman nenek saya dulu.


Digusur tapi kita tetap ada tempat

IMG_044601Nenek saya Halimah sudah berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya di Jakarta. Bukan karena dia memang suka berpindah juga tinggalnya. Tapi kita mesti pindah karena pemerintah membuat kita mesti begitu. Ibunya dulu lahir di daerah ini, di Gedong Panjang. Keluarganya digusur pas jaman Suharto. Dia ingat ayahnya hanya diberikan sebidang tanah yang letaknya jauh sekali, mungkin di Cengkareng, waktu keluarganya digusur. Dia tidak punya cukup uang untuk membangun rumah dan anaknya banyak sekali. Akhirnya dia ngontrak di Gang Kelinci, tidak jauh dari sini, bukan Gang Kelinci yang terkenal di Pasar Baru itu. Keluarganya digusur berkali-kali tapi selalu tinggal di area yang sama. Saya baru 2 kali pindah seumur hidup saya, jadi saya senang.
IMG_4733_1


Air itu mahal sekali

IMG_5006_1_1Daerah saya di Pasar Ikan kebanjiran, walaupun tidak terlalu tinggi dan rumah saya tidak. Tapi sekarang saya sudah biasa. Setidaknya airnya kita nggak perlu beli! Haha! Ibu saya bilang kalau kita setiap hari habis cukup banyak uang untuk air. Contohnya, kita beli tiga jerigen air sehari. Setiap jerigen harganya Rp 2500 dan kita juga masih butuh satu liter air minum yang harganya dari Rp 6000 setiap kali beli.
Saat hujan kita punya banyak air gratis. Kita menadah air dalam ember-ember untuk masak dan mencuci, karena itu bisa menghemat. Tapi air yang mesti saya lewati di jalan itu kotor dan menjijikan. Tapi kan katanya selalu ada dua sisi untuk segalanya. Setiap kekurangan akan membawa berkah dan setiap keberuntungan juga bisa membuat kita tidak bahagia. Kalau suatu hari kita bisa punya air kran itu adalah keajaiban yang akan saya tunggu sampai kapanpun.IMG_4860

 


Sedihnya kalau sekolah tutup


Saya sekolah di sebuah Madrasah di daerah Luar Batang. Karena dekat, jadi saya bisa berjalan kaki kesana. Teman saya banyak sekali. Sekolah saya masuknya siang dan biasanya pulang jam 4 sore. Saya paling suka mata pelajaran kesenian, apalagi menggambar. Saya tidak suka matematika karena susah. Setiap kali banjir, sekolah ditutup bahkan sampai sepanjang minggu. Saya jadi bete bukan cuma karena nggak bisa ke sekolah, guru-guru juga. Mana kaki saya jadi bau, dan air dimana-mana. Repot pokoknya!IMG_0528_1


Polwan

IMG_982501_1Ibu saya bangga sekali sama saya. Karena saya rajin sekali sekolah dan apapun yang terjadi saya mesti tetap sekolah. Ibu saya tidak pernah lulus SD, tapi bisa belajar membaca dari memperhatikan anak lain belajar saat dia berjualan makanan di sekolahan waktu kecil. Nenek saya dulu pernah bekerja di berbagai tempat termasuk jadi petugas kebersihan di sebuah kantor. Dia sampai bisa menghidupi empat orang anaknya dan bahkan beli rumah dari gajinya waktu itu.
Dan saya, saya ingin jadi Polisi Wanita. Pakai seragam, membantu orang dan mengatur lalu lintas. Saya senang sekali melihat foto-foto ibu saya waktu masih muda. Menurut saya cerita dari nenek dan buyut saya itu luar biasa kerennya. Perempuan-perempuan di keluarga kami kuat-kuat dan sudah tua. Kalau jadi Polwan saya jadi bisa mengawasi kota sehingga saya juga akan punya cerita keren untuk anak perempuan saya nanti.IMG_2201

 


Semoga bayi perempuan

IMG_468001Ibu saya sedang hamil. Saya berharap sekali bayinya perempuan karena saya ingin sekali adik perempuan. Ini artinya dari keluarga ibu saya akan ada 5 generasi perempuan yang hidup sampai sekarang. Lihat foto ibu saya waktu masih 15 tahun. Saya suka sekali melihat foto-foto ibu saya waktu masih muda. Saya nggak percaya waktu nenek saya cerita kalau tempat yang sekarang dia tinggali itu dulunya hutan dengan banyak monyet di dalamnya. Dan pelabuhan yang ada di sebelah rumahnya sekarang juga sudah tua sekali. Nenek buyut saya Aisah masih ingat waktu pasar ikan di daerah situ masih ramai sekali. Kalau sudah besar saya juga ingin punya anak perempuan.IMG_135701


Pasar Ikan lama

IMG_4798Rumah kami ukurannya hanya cukup untuk satu tempat tidur tingkat, satu set televisi, sebuah lemari pakaian dan sebuah kulkas. Ini sebenarnya hanya sebuah kamar petak yang saling berdempetan di dalam struktur bangunan tua ini yang semula adalah pasar ikan. Rumah-rumah ini berbagi kamar mandi tapi kita memiliki kompor gas kecil di depan pintu juga penanak nasi listrik, jadi saya bisa bilang rumah kita juga memiliki dapur.
Sekarang hanya ada satu orang penjual ikan disana. Malah selain ikan, ada banyak bebek dan ayam yang berkeliaran di sekitar situ juga anak-anak kecil, seperti saya. Beberapa nelayan masih menyimpan peralatannya disana.  Sepertinya dulu tempat ini cukup cantik dengan langit-langit yang tinggi dan sebagainya, tapi sekarang sudah reyot dan rusak. Lantainya sudah lepas-lepas dan banyak sekali puing. Tapi saya senang tinggal disini bersama ibu dan ayah tiri saya yang menjadi penjual ikan di tempat lelang. Saya suka otak-otak yang ibu saya buat. IMG_0630


Baunya nempel!

IMG_4961_1a (1)Rumah kami di Pasar Ikan letaknya tinggi jadi hampir tidak pernah kebanjiran. Tapi di bagian daerah lain dimana teman-teman saya tinggal memang banjir dan lama sekali surutnya. Segala macam sampah sampai ‘sisa’ dari toilet umum semuanya mengambang di air. Lalu biasanya kaki saya mulai gatal-gatal dan semuanya jadi bau. Makanya waktu saya ke rumah nenek, walaupun saya sudah mandi berkali-kali pakai sabun rasanya masih saja bau. Saya benci sekali setiap kali itu terjadi.


Teman-teman saya yang lucu-lucu

IMG_073601Sahabat saya namanya Munir. Rumahnya di seberang rumah saya. Ibunya Munir itu kakak dari ayah tiri saya, jadi kita masih termasuk keluarga juga. Kalau di luar hujan, kita suka dengar radio aja di rumah. Saya tahu banyak lagu dan suka ikut menyanyi. Saya dan Munir suka main bikin muka-muka lucu-lucu gitu. Saya senang sekali kalau ada Munir untuk main setiap hari. Kita juga suka sekali main di daerah Pasar Ikan sini. Buat kita Pasar Ikan itu tempat yang seru. Kita bisa naik memanjat tangga, main petak umpet, akrobat, main hula hup dan kita punya banyak sekali teman bermain disana. Jangan sampai deh Pasar Ikan nggak ada lagi. Waktu itu sempat lihat banyak mesin berat yang mengeruk tanah di sekitar situ.IMG_514501
IMG_107001_1


Sekolah, pekerjaan rumah dan Facebook

IMG_976001Setiap pagi saya masak mie kuah sendiri sebelum berangkat ke sekolah. Saya suka sekali sekolah dan punya banyak teman disana. Tahun lalu, ada LSM datang ke sekolah memberi pengarahan kalau banjir datang. Kita belajar tentang air bersih dan kebersihan lewat mata pelajaran sains and budaya. Banjir yang paling besar yang pernah terjadi kata mereka di tahun 2000 waktu air tingginya sampai 1 meter. Banjir biasanya datang dua kali setahun.
Pulang sekolah biasanya saya bikin PR sebelum main di luar. Kadang saya pergi ke warnet. Saya diajari menggunakan komputer, mereka baik sekali. Saya masih mesti membuat akun Facebook. Nanti kalau sudah ada saya kasi tau, supaya bisa lihat foto-foto teman sekelas saya.IMG_1128_1


Nenek buyut saya itu perempuan paling tua di Jakarta

IMG_1459_1 (1) Saya selalu senang pergi ke Muara Baru dan bertemu dengan keluarga ibu saya. Nenek buyut saya Anisah sekarang umurnya sudah lebih dari 100 tahun tapi masih bisa apa-apa sendiri. Katanya dia masih ingat waktu Jakarta masih hutan dan hijau dimana-mana. Sekarang Jakarta sudah jadi kota besar yang padat dan ramai. “Apakah kakak-kakak ada yang punya anggota keluarga yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun juga? Mereka pasti sudah pernah melihat banyak sekali peristiwa di kehidupan mereka sampai sekarang. Nenek buyut saya ini juga ikut merawat saya waktu masih kecil dan saya sayang sekali sama nenek buyut saya. Biarpun dia nggak bisa melihat ataupun mendengar lagi, tapi dia tahu kalau saya ada di dekatnya.IMG_095401 (1)


Ya Saya Bisa Berenang!

IMG_0893

Nama saya Alda, coba tebak saya yang mana di foto ini?
Ya! Saya yang memakai rok hijau dan berbaju merah.
Saya belajar berenang di sekolah namun saya tidak bisa berenang di dekat rumah. Badan saya pasti akan gatal.
Tahukah anda apa yang menyebabkan badan saya gatal-gatal setelah berenang di laut dekat rumah saya? Apakah mungkin suatu hari Jakarta memiliki laut yang bersih? Bagaimana denganmu? Apakah kamu memiliki air yang bersih untuk tempat berenang di dekat rumahmu?IMG_021601